Top Ad 728x90

Tampilkan postingan dengan label SMK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMK. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 September 2016

Pedoman Aplikasi Bursa Kerja Khusus SMK

by
Pedoman Aplikasi BKK.

Bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) program Bursa Kerja Khusus atau yang biasa disebut BKK menjadi salah satu program yang harus dimiliki. Sebab hal ini berkaitan dengan proses penyaluran lulusan sebuah SMK ke dunia kerja atau perusahaan-perusahaan.

Mulai tahun ajaran 2016/2017, BKK SMK harus dikelolai dengan sistematis melalui Program Aplikasi Bursa Kerja Khusus. Program ini berisi tentang beragam informasi mengenai kompetensi lulusan SMK hingga lowongan pekerjaan yang disedikan oleh perusahaan-perusahaan ternama.

Program aplikasi Bursa Kerja Khusus atau yang disingkat menjadi BKK merupakan sarana teknologi informasi online yang mensinergikan antara hasil lulusan sekolah menengah khusus (SMK) dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri.

Tujuan Penerapan Program Aplikaski BKK adalah :

a. Mempertemukan kebutuhan industri dengan lulusan SMK

b. Mendeteksi keberadaan lulusan SMK setelah menyelesaikan pendidikannya

c. Mengevaluasi sebaran lulusan SMK sebagai feedback bagi Direktorat Pembinaan SMK

d. Mengevaluasi kebutuhan industri yang banyak menyediakan lowongan pekerjaan

Nah, bagi anda yang baru mengenal tentang Aplikasi Bursa Kerja Khusus SMK tentu masih bingung mengenai tata cara penggunaannya. Untuk itu silahkan Download Pedoman Aplikasi Bursa Kerja Khusus SMK di bawah ini

Pedoman Kerjasama Antar Lembaga Diklat Kejuruan dan Industri

by
Pedoman Pengembangan.
Keberhasilan dan efektivitas penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan kejuruan sangat bergantung pada kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Jalinan kerja sama antaramlembaga diklat kejuruan dengan DUDI pada umumnya ditujukan untuk menunjang proses pengembangan kompetensi kerja peserta didik dan latih guna menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Melalui kerja sama tersebut, kesenjangan kompetensi yang tidak dapat dipenuhi selama proses pendidikan dan pelatihan dapat diminimalisasi. Kerja sama antara lembaga diklat kejuruan dengan DUDI dapat ditemui dalam berbagai bentuk, antara lain praktik kerja industri (prakerin), pengembangan kurikulum, bursa kerja, dan lain-lain.

Di Indonesia, sistem pendidikan dan pelatihan kejuruan sudah sejak lama mengenal dan menerapkan berbagai macam konsep dan bentuk kerja sama dengan DUDI. Namun, masih sangat sering dijumpai bahwa kerja sama antara kedua lembaga tersebut belum dapat membawa manfaat yang maksimal bagi kedua belah pihak. Berbagai macam aspek masih perlu dibenahi agar kerja sama tersebut dapat memberikan hasil yang positif bagi peningkatan keterampilan dan kompetensi kerja peserta didik dan latih yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pemenuhan tenaga kerja yang berkualitas bagi sektor industri.

Kondisi semacam ini dapat dilihat dari masih banyaknya lembaga diklat kejuruan, dalam hal ini termasuk sekolah menengah kejuruan (SMK), yang belum mampu menyelenggarakan proses pendidikan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Alhasil jumlah lulusan pendidikan kejuruan yang tidak dapat diserap oleh pasar kerja nasional masih cukup signifikan. Hal semacam ini merupakan salah satu indikasi dari masih rendahnya tingkat kepercayaan dan penerimaan sektor industri terhadap sistem pendidikan kejuruan di Indonesia.

Sehubungan dengan kondisi tersebut GIZ melalui program SED-TVET (Sustainable Economic Development through Technical and Vocational Education and Training) yang merupakan program kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan kejuruan antara Pemerintah Jerman dan Indonesia telah melaksanakan sebuah studi komprehensif bertemakan kerja sama yang efektif antara lembaga diklat kejuruan dan DUDI. Melalui keterlibatan langsung berbagai pemangku kepentingan, baik itu perwakilan dari lembaga diklat kejuruan, pemerintah dan DUDI studi tersebut telah menghasilkan sebuah panduan dan sejumlah instrumen yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas kerja sama antara lembaga diklat kejuruan dan industri. Melalui penggunaan instrumen-instrumen tersebut diharapkan kerja sama antara lembaga diklat kejuruan dengan DUDI akan semakin efektif, sehingga upaya untuk menghasilkan lulusan pendidikan kejuruan yang kompeten dan sesuai tuntutan industri dapat terwujud.

Berikut ini Pedoman Kerjasama Antar Lembaga Diklat Kejuruan dan Industri

Top Ad 728x90