Top Ad 728x90

Tampilkan postingan dengan label Dajjal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dajjal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2016

DAJJAL, KISAH PERTEMUAN DENGAN NABI MUSA

by
Dajjal adalah Samiri yang menyesatkan umat nabi Musa
Kesaksian berikut ini merupakan kesaksian yg paling berbahaya, yakni pertemuan antara Nabi Musa dan Samiri. Di dalam kejadian akbar ini, terkandung rahasia paling besar menyangkut problematika Dajjal. Rahasia itu tersimpan begitu rapi dan tersembunyi seperti api pada kayu bakar.

Nabi Musa adalah sosok hamba Allah yg sangat fanatik dan berjiwa keras ketika sedang marah karena Allah. Bahkan, ia betul-betul seorang perkara di bumi ini jika sedang memperlihatkan kemarahannya. Saking besar kemarahannya karena Allah, ia sangat terpengaruh oleh kemarahannya itu sehingga tidak mengetahui kapan ia marah. Meskipun demikian, ketika ia kembali menemui kaumnya sesudah menemui Tuhannya dan melihat mereka menyembah patung anak lembu, padahal ia sedang memegang beberapa lembar batu tulis, ia pun melemparkannya. Karena peristiwa itu, ia dikatakan telah memecahkan batu tulis tersebut. Demikian pula penilaian dari ahli kitab. Namun, Allah menggantikannya dengan lembaran-lembaran lain. Hanya saja, tidak ada sesuatu pun dalam Alquran yg menunjukkan hal itu, walaupun ia memang melemparkannya ketika menyaksikan apa yg terjadi. Menurut ahli kitab, lemparan itu ada dua. Tetapi menurut versi Alquran, secara lahirnya, batu tulis itu berjumlah banyak. Nabi Musa tampaknya hanya terpengaruh dengan berita dari Allah SWT ihwal penyembahan patung anak lembu. Maka Allah SWT pun memerintahkannya untuk menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri. Oleh sebab itu, disebutkan dalam hadist yg diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibn Hibban dari Ibn 'Abbas. Ibn 'Abbas berkata bahwa Rasulullah saw. berbada, "Berita itu tidak seperti yg disaksikan oleh mata".
Bagaimanapun, entah lembaran batu tulis itu pecah atau tidak---dan saya cenderung mengakui tidak pecah---reaksi dari Nabi Musa dengan melemparkan batu tulis itu, menjadi dalil lain yg menambahkan kewaspadaanya, yg menguatkan betapa keras kemarahannya sampai suatu takaran yg melewati batas. Oleh sebab itu, ia sampai berani menarik kepala dan memegang janggut saudaranya, Harun.

Mungkin anda setuju dengan saya, bagi orang yg dikenal mempunyai watak keras dan pemarah seperti itu, tidaklah rasional, aneh, tidak sesuai dengan kewajaran, dan tidak sejalan dengan sifat-sifatnya yg digambarkan oleh Alquran kalau ia mengajak berbicara dengan Samiri dengan tutur kata sangat halus, santun, dan lemah-lembut. Malahan, awal perbincangannya pun hanya sekedar minta penjelasan tentang alasan yg mendorongnya melakukan fitnah sangat besar dan bagaimana ia berhasil dalam usahanya itu.

Mungkin anda juga setuju dengan saya bahwa Nabi Musa---yg melemparkan lembaran-lembaran batu tulis ketika menyaksikan Bani Israil ada disekitar anak lembu yg mereka buat sendiri---segera bereaksi dengan mengatakan bahwa ia tersesat dan mengingkari Allah. Apakah normal dan tidak aneh jika ia hanya berdialog dengan Samiri yg ada di depannya, dan tidak melakukan tindakan lainnya? Bukankah anda setuju dengan saya bahwa Nabi Musa memarahi saudaranya dengan menarik kepalanya, "Hai Harun, apakah yg menghalangimu memberitahukan aku ketika kamu melihat mereka telah tersesat sehingga tamu tidak mengikuti aku?" (Q.S. Thaha, 20:92-93) Apakah hal itu adalah reaksi keras Nabi Musa disertai ucapan dengan nada penuh kemarahan?

Bukankah kita telah biasa menengar bahwa jika Nabi Musa marah, maka seketika kut juga ia melampiaskan kemarahannya? Atau, ia marah, lalu kemarahannya itu diikuti dengan ucapan, kemudian melakukan tindakan lain dalam kesempatan lain, hatta kepada orang Mesir yg ditamparnya sampai mati?

Meskipun para ulama tafsir mengatakan bahwa kata al-khathb yg dipergunakan Nabi Musa dalam berdialog dengan Samiri menunjukkan betapa jeleknya bencana itu, yg jelas adalah bahwa Nabi Musa hanya mengucapkan kata-kata itu dan tidak melakukan tindakan apa pun. Kalau begitu, kita boleh menuliskan seribu tanda tanya. Semuanya tidak mungkin di benarkan kecuali hanya dalam satu keadaan, yakni bahwa tiadanya reaksi keras berupa tindakan lain---kecuali dialog dari Nabi Musa---hanyalah wahyu dari Allah kepadanya. Itulah sisa dialog yg tidak disebutkan Alquran. Diharapkan bahwa ia kembali menjelaskan wasiat khusus dari Allah kepadanya ketika melakukan dialog dengan Samiri, selain risalah yg disampaikan kepadanya.
Allah berfirman, Ia berkata: "Apa yg mendorongmu untuk melakukan (hal demikian), wahai Samiri?" Kata Al-khathb sebetulnya berarti urusan yg penting. Namun, gaya bahasa yg dipakai Nabi Musa yg dipakai dalam dialognya dengan Samiri betul-betul lembut, lunak, dan tenang seakan-akan ia berbicara dengan anaknya atau ia seperti berbincang-bincang dengan kedua putrinya Nabi Syu'aib, Musa bertanya: "Bagaimana keadaan kalian berdua?" Mereka menjawab, "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami) sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua renta yg telah lanjut usia." (Q.S. Qashash, 28:23). Samiri menjawab, "Aku mengetahui sesuatu yg mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari kelak rasul (ajaran-ajarannya) lalu aku melemparkannya, dan demikianlah nafsuku membujukku." (Q.S. Thaha, 20:96).
Anehnya, jawabn Samiri mempunyai ekspresi dan penuturan yg keras, seakan-akan ia telah melakukan sesuatu yg menjadi haknya. Atau, seakan-akan ia telah mempunyai rencana sebelumnya untuk mengadakan uji coba kepada mereka. Ketika ada kesempatan, ia tidak berpikir panjang lagi dan langsung melakukannya. Dan ternyata berhasil.

Sekarang mulailah tabir dirinya terbuka. Ia mengaku mengetahui banyak hal yg tidak diketahui Bani Israil. Ia juga, dengan usia relatif panjang, memiliki banyak pengalaman yg belum diketahui dan dilalui Bani Israil yg relatif masih sangat muda itu. Sungguh, ia adalah seorang manusia luar biasa. Ia mempunyai banyak kekuatan yg tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Daya nalarnya pun telah jauh melampaui daya nalar kebanyakan Bani Israil. Ia mempunyai pemikiran cemerlang yg tidak mereka miliki. Bahkan, ia pun sampai  mengetahui beberapa akidah ilmiah---kimia dan fisika---yg memungkinkannya berinovasi dalam melakukan banyak hal yg tidak dapat dilakukan orang lain. Ia banyak belajar dari berbagai pengembaraanmya dalam usianya yg panjang itu. Ia pun telah memelihara peninggalan utusan Allah, malaikat Jibril yg diutus dari langit, sebagaimana diberitakan oleh seekor binatang raksasa yg rajin mengunjunginya dan mengawasi serta membimbingnya. Padahal, ketika itu ia masih kecil dan hidup di suatu pulau yg berada di jantung laut Yaman.
Dalam kitab Tafsir karya Ibn Jarir ath-Thabari disebutkan qira'at lain, yakni bashartu bi ma lam tubshiru bih (aku mengetahui apa yg belum kamu ketahui). Ucapan itu ditujukan kepada Nabi Musa dan para pengikutnya. Dengan pengertian lain, Samiri berkata kepada Nabi Musa demikian, "Aku mengetahui apa yg tidak engkau dan sahabat-sahabatmu ketahui." Tetapi, dalam kitab tafsir Mafatih al-Ghaib karya ar-Razi terkesan makna, "Aku melihat apa yg tidak mereka lihat." Menurut ar-Razi, kata ra'a dapat juga diartikan "mengetahui".

Di sini, Nabi Musa mulai menyadari bahwa ia sedang berhadapan dengan seorang Dajjal. Ia juga diperintahkan oleh Allah untuk memperingatkan kaumnya dari fitnah yg akan ditimbulkannya. Jika saja Nabi Musa diberi kekuasaan untuk memeranginya, tentu ia akan menebas lehernya begitu melihat dan mengetahui wataknya yg buruk dan sangat biadab itu atau setelah menanyainya dan membuktikan alasan perbuatannya. Teristimewa lagi, Samiri terang-terangan mengaku bahwa dirinya bertanggung jawab penuh. Ia juga menyadari sepenuhnya bahwa ia telah dibujuk dan terpedaya oleh nafsunya sendiri.

Menanggapi pertanyaan Samiri itu, Nabi Musa hanya mengatakan, "Pergilah kamu!" Ya, Nabi Musa hanya menyuruhnya pergi dengan sepenuh kebebasan dan kemerdekaan. Ia tidak menyiksanya atau apakah membunuhnya. Ia tidak memenjarakannya, bahkan tak menahannya sesaat pun. Ia hanya menyuruhnya pergi. Ya, pergi untuk melancong di muka bumi kemana saja sesuai dengan kemauan dan kehendaknya. Ia bebas berhubungan dengan siapa saja. Ia bebas melakuklan apa saja dan dimana saja serta bergaul dengan siapa saja. Yg penting, ia bebas dan merdeka! "Sesungguhnya bagimu didalam kehidupan (di dunia ini).

Menurut para sarjana etimologi, al-ma'rifah, yg didalamnya ada alif lam untuk kata benda, dalam tiga bagian, yakni untuk mengenalkan al-ahd, sesuatu yg telah diketahui sebelumnya, untuk mengenalkan jenis, maupun untuk menerangkan istighraq. Yg ada dalam kata al-hayat adalah istighraq, yakni cakupan seri kehidupan macam apa pun yg ingin dilakukan oleh Samiri boleh dilakukan.

Artinya, segala macam seri kehidupan terbuka lebar untuk engkau lakukan. Engkau boleh bersenang-senang dan melalukakan apa saja seperti yg dilakukan binatang buas dan liar di hutan belantara dan di daratan. Engkau berhak melakukan apa saja yg engkau suka. Engkau boleh memilih jalan hidup yg engkau inginkan. Selamanya, engkau berhak mengatakan, "Jangan kau sentuh aku." Tak seorang pun boleh menyentuhmu untuk mengganggumu. Dan tak boleh ada yg membahayakanmu selama engkau masih diberi kesempatan hidup oleh Allah. Yg aneh ialah bahwa banyak ahli tafsir menangkap makna dari ungkapan, "Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat mengatakan), 'Janganlah menyentuhku,' menyatakan bahwa Samiri mempunyai penyakit kulit yg ganas dan menular sehingga membikin takut orang untuk mendekatinya."

Ibn Katsir mengatakan, "Sebagaimana engkau telah mengambil dan menyentuh apa yg tidak pantas engkau ambil dan sentuh berupa kelak utusan Allah dari langit, maka siksaan bagimu di dunia adalah mengatakan, "Tidak boleh menyentuh.' Engkau tidak boleh menyentuh orang lain, dan orang lain pun tidak berhak menyentuhmu.
Dan termasuk hal yg aneh dari Ibn Katsir, semoga Allah meridhai dirinya dan ijtihadnya, ialah bahwa Samiri pantas dihukum karena ia telah menyentuh jejak utusan Allah dan mengambilnya, bukan karena ia telah memfitnah Bani Israil. Padahal, jika seseorang berkesempatan seperti Samiri, melihat Jibril dan kudanya, serta mengetahui bahwa kudanya itu---jika menyentuh tanah---akan menjadikan tanah itu subur, maka ia pasti akan mengambil jejak rasul itu, meskipun tidak pernah mempunyai niat untuk melakukan suatu kejahatan.

Sayyid Quthb mengatakan bahwa, Pergilah kamu, karena kamu telah terusir. Dan tak boleh ada yg menyentuhmu dengan kejahatan, atau pun dengan (memberikan) kebaikan. Dan kamu pun tidak berhak untuk menyentuh seseorang, adalah salah satu bentuk siksaan yg berlaku dalam agama Islam pada masa Nabi Musa, yakni siksaan pengasingan. Di samping adanya pernyataan mengenai ketidakbersihan seorang penjahat, maka ia tidak boleh mendekati, dan tidak boleh didekati orang lain.
Bagian pertama apa yg dikatakan Sayyid Quthb memang benar. Namun, bagian kedua masih bisa dikritik. Sebab, lapangan atas Samiri untuk tidak menyentuh seseorang tidaklah rasional. Jika ia diusir dari Bani Israil dan itu tidak terjadi, maka ia masih berhak bergaul dengan yg lain. Jika Nabi Musa menyiksanya dengan pengasingan, yg demikian itu menguatkan pandangan saya bahwa Samiri telah meninggalkan Bani Israil dan bahwa Nabi Musa tidak melakukan apa-apa, selain menyampaikan bahwa ia berhak mengenyam kehidupan dengan penuh keleluasaan. Akan tetapi, ia harus pergi jauh dan menjauhi Bani Israil serta tak seorang pun boleh menyentuhnya. Jika ada orang yg berusaha menyentuhnya dengan menimpakan sesuatu kejahatan, maka ia berhak mengatakan, "La misasa (tidak boleh menyentuhku)." yakni tidak boleh ada yg bertindak sewenang-wenang kepadaku dan tidak boleh seorang pun mendekatiku untuk menggangguku. Barangsiapa mencoba menggangguku, maka ia tidak akan berkuasa.
Imam ar-Razi mempunyai pendapat yg bagus. Pada intinya, ucapan Nabi Musa kepada Samiri itu adalah, Sesungguhnya aku menjadikanmu dalam golongan orang-orang terusir, dengan pengertian bahwa jika kamu ingin memberitahukan pada orang lain tentang keadaanmu, maka engkau hanya mengatakan, "Tidak boleh menyentuhku."
Pendapat ar-Razi itu saya setujui karena mendekati kebenaran. Samiri memang betul-betul terusir dai Bani Israil dengan kata, "Pergilah!." Pengusiran itu tidak sama dengan siksaan. Jika ia disiksa oleh Nabi Musa, maka ia hidup dalam keadaan tidak baik.
Alasannya ialah tobat bagi mereka yg telah mencoba menyembah patung anak lembu adalah dengan cara saling membunuh seperti diisyaratkan Alquran. Apakah logis jika siksaan bagi pelaku fitnah, yg memalingkan orang dari penyembahan kepada Allah, hanya berupa pengusiran saja? "Dan sesungguhnya bagimu ada janji (hukuman) yg kamu sekali-kali tidak dapat mengingkarinya" (Q.S. Thaha, 20:97). Kebebasanmu tidak mutlak karena akan ada yg memberikan siksaan kepadamu dan membunumu. Hingga kini, waktunya yg tertentu hanya diketahui oleh Allah SWT. "Maka sesungguhnya bagi kamu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: "Tidak boleh menyentuh (aku)." (Q.S. Thaha, 20:97)

Atas dasar itu, Rasulullah saw. menolak memberikan izin kepada 'Umar bin Khaththab untuk membunuh Ibn Shayyad yg ketika itu disangka sebagai Dajjal. Ia bermohon, "Biarkan aku menenggak lehernya, wahai Rasulullah!" Rasulullah saw. menjawab, "Jika benar ia adalah Dajjal, maka engkau tidak mempunyai kekuasaan atasnya. Tetapi jika ia bukan Dajjal, maka tidak ada manfaatnya bagimu membunuhnya." (Al-Qurthubi dalam karyanya at-Tadzkirah).

Dalam sahih Muslim disebutkan hadist panjang dari Jabir bin 'Abdullah: Maka berkatalah 'Umar bin Khaththab, "Berilah aku izin untuk membunuhnya, wahai Rasulullah!" Rasulullah saw. bersabda, "Jika benar ia adalah Dajjal, maka kamu bukan tandingannya. Lawannya adalah Nabi 'Isa. Tetapi jika ia bukan Dajjal, maka engkau tidak berhak membunuh seorang dari ahl al-ahd."
Abu Dawud ath-Thayalisi meriwayatkan dalam Musnad-nya, sebagaimana disebutkan dalam al-Jami' ash-Shaghir susunan Imam as-Suyuthi, bahwa al-'Alqami berkata: Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Tidak ada seorang pun punya kekuasaan untuk mengatasi Dajjal kecuali Nabi 'Isa bin Maryam".
Bahkan Imam Mahdi yg akan melawan Dajjal tidak sanggup membunuhnya sendirian. Yg akan membunuh Dajjal, dengan izin Allah dan pada saat yg telah ditentukan serta tidak dapat diingkari adalah Nabi 'Isa al-Masih, yg akan melenyapkan kepribadian Dajjal sampai punah.

Pikirkan, wahai pembaca budiman, sekali lagi: Dan sesungguhnya bagimu ada janji (hukuman) yg kamu sekali-kali tidak dapat menhindari (mengingkari)-nya. Tidak diragukan lagi bahwa janji hukuman itu berlaku didunia ini, sesuai dengan pengetahuan Allah SWT. Sebab, seperti dimaklumi bersama, terjadinya kiamat merupakan janji yg tidak dapat dihindari oleh semua makhluk Allah dan tentunya bukan janji khusus untuk Samiri saja. Janji yg tidak dapat diingkari itu keras sekali dan berkaitan dengan perkataan sebelumnya, yakni ia boleh pergi dengan bebas tanpa ada yg menyentuhnya.

Dajjal bebas bergerak dan menentukan pilihan. Tidak akan ada yg mampu mengalahkan Dajjal kecuali pada saat janji hukuman yg telah di tentukan. Nabi Musa pernah berkata seperti kepada orang zalim, "Kamu mempunyai satu hari." Tetapi satu hari yg dimaksud bukanlah satu hari pada hari kiamat." Demikianlah kata para ulama tafsir. Kita semua termasuk dalam janji hari Kiamat. Janji itu bukan janji khusus yg tidak dapat diingkari. Janji ini berlaku pada suatu zaman yg bukan zaman Nabi Musa, sebagaimana dipahami dari nashsh. Jika tidak, Musa memiliki hubungan lain dengannya. Namun, Dajjal tidak bersentuh pada zaman Nabi Musa. Jadi ia tersentuh pada zaman lain. Wallahu a'lam.

"Dan lihatlah Tuhanmu itu yg kamu tetap menyembahnya, sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya kedalam laut (berupa abu yg berserakan). Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yg tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu." (Q.S. Thaha, 20:97-98).
Patung yg pembuatannya dipimpin Samiri dan didesain secara khusus ini dibakar oleh Nabi Musa dan dihanbur-hamburkannya ke laut. Nabi Musa membakarnya karena patung itu bukan hanya sekadar emas, melainkan juga berupa daging dan darah sebelumnya, meskipun hal itu hanya diperlakukan secara khayalan belaka seperti pengaruh sihir pada indera atau dengan perantaraan jejak rasul yg disalahgunakan. Sebab, emas akan bertambah jika dibakar atau dicairkan diatas api. Akan tetapi, Nabi Musa tidak menginginkan apa pun. Oleh karena itu, ia membakarnya sampai menjadi abu dan kemudian membuangnya ke Laut Merah. Nabi Musa menjadikannya abu yg berhamburan di hadapan kaum Bani Israil dan di hadapan Samiri sendiri. Hal itu dilakukan untuk menyadarkan mereka semua bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, Yg mengetahui segala sesuatu yg ada dahulu, sekarang, dan yg akan datang.
Sangsi berdiri sambil menitipkan tuhannya yg telah dihancurkan. Sementara itu, Nabi Musa mengajak kaumnya untuk pergi menuju lembah di Sina. Kemudia Samiri berdiri dipinggir pantai Laut Merah seraya menitipkan Bani Israil. Ia berkata pada mereka, "Sampai berjumpa lagi, wahai Bani Israil pada saat Musa tidak ada."


Jumat, 25 Maret 2016

DI MANA DAJJAL SEKARANG

by
BENTENG DAJJAL DI SEGITIGA BERMUDA
Dajjal sudah hidup selama ribuan tahun, lalu di mana kini dia berada. Dajjal berada di dalam istananya di segitiga Bermuda, yang istananya berada di samping istana Iblis. Bersama mereka berdua bersama saling bahu membahu menyesatkan umat manusia.
Dajjal sangat pandai berinteraksi dengan air, berlayar, menyelam, dan berenang. Bagaimana tidak, ia adalah anak pulau hijau itu. Jika anggota perkumpulan penyelam di california, pada tahun 1959 M, telah mencatat rekor dalam menahan nafasnya di dalam laut selama 13 detik dan 42,5 detik untuk kedua kalinya, maka Dajjal lebih mahir lagi. Ia termasuk orang yg menyadari bahwa bumi hanyalah daratan kecil di tengah samudera. Oleh karena itu, diperlukan usaha ilmiah untuk berinteraksi dengan air, terutama ketika menyelam. Khususnya, tekanan pada tubuh manusia pada permukaan air mencapai 14,6 pound pada setiap inci persegi dari tubuh manusia. Itu adalah tekanan udara. Jika manusia turun ke air, tekanannya pada tubuh bertambah satu tekanan udara untuk untuk setiap 33 kaki. Atas dasar itu, maka tekanan tersebut mencapai lebih dari 150 tekanan udara pada kedalaman 5.000 kaki. Ini tekanan yg besar sekali.

Tekanan itu menekan dada manusia sehingga mencegah keleluasaan bernafas, sekalipun penyelam menggunakan tabung udara. Kelak, kita dapat turun sampai kedalaman 6.000 kaki di bawah permukaan air dengan menggunakan alat penyelaman. Padahal, sejak puluhan atau ratusan tahun sebelumnya, Dajjal telah mengetahui peralatan yg kemudian dikenal dengan nama bathy sphere dan bathy scaphe. Selanjutnya, alat itu dikenal dengan nama kapal selam. Jika kapal selam biasa dapat mencapai kedalaman 700 kaki lebih sedikit, dengan keterbatasan pandangan dan gerak khususnya ketika mencapai 1.000 kaki di bawah permukaan air, maka Dajjal telah berkelana di dasar laut di bawah 2.000 dan 3.000 kaki bersama para pengawalnya di dalam laboratorium bergerak. Laboratorium itu mempunyai jendela kaca. Di laboratorium itu mereka mempelajari makhluk-makhluk hidup laut dan dasarnya.
"Demi Allah, orang itu jenius. Saya tidak memungkiri kemampuannya. Tetapi ia seorang jenius yg jahat. Semoga kutukan Allah selalu mengiringi orang-orang jahat."
Terdapat peninggalan-peninggalan tertulis langka, yg ditemukan oleh orang-orang Arab kaya yg selamanya menetap di Jerman, dan saya telah menelaah beberapa darinya, berupa risalah pendek yg berjudul "Percikan dalam Berita Kejahatan Manusia". Risalah itu ditulis oleh seorang ilmuwan Muslim bernama al-Kamil bin Rih al-Barr. Ilmuwan Muslim itu berkata, "Jin dan setan membantu orang yg mencintai ahli fitnah. Oh akhir zaman nanti, ia dikenal dengan nama Dajjal---yakni anak jin, setan, dan manusia. Ia menginginkan kerajaan seperti Nabi Sulaiman. Para jin dan setan membangun istana laut yg besar dari besi, mutiara, dan marmer untuknya dengan mengecualikan aturan laut dan memudahkan segala urusannya. Hal itu merupakan ketentuan Allah bagi orang yg menginginkan kejahatan. Dia membentangkan baginya kesesatan dan kejahatan. Allah akan menghinakannya melalui tangan Imam Mahdi, manusia terbaik. Al-masih mengenali ihwalnya dalam Alquran yg menyebutkan bahwa ia merupakan pertanda Kiamat. Kiamat datang satu periode sesudahnya pada abad-abad yg penuh peristiwa. Kemudia hal itu akan datang."
Pada tulisan itu juga, yg dibuat dalam bahasa sajak, ada teks yg berbunyi: "Dajjal mempunyai mata besar. Ia bersembunyi di daratan dan lautan, di tanah berkerikil, di kerajaan setan terkutuk. Para pengikutnya bekerja di hadapannya dengan paksaan dan membangun istana untuk si laknat di akhir zaman."

Yg aneh dari manuskrip itu ialah bahwa perkataan itu tidak disandarkan kepada Nabi, sahabat, dan tidak pula tabi' at-tabi'in. Tetapi yg dipahami dari manuskrip itu ialah bahwa pengarangnya menulisnya dalam bentuk informasi biasa dan turun-temurun hingga zamannya. Dari tulisan ini dipahami bahwa jin dan setan yg memiliki hubungan dan pengalaman dengan masalah air selalu membantu Dajjal. Bantuan jin dan setan pada Dajjal ditegaskan dalam hadist Nabi, perkataan para sahabat, dan tabi'in.
Saya katakan dalam buku Ihdzaru al-Masikh ad-Dajjal bahwa Ka'ab al-Ahbar benar ketika mengatakan, "Setan berkata kepada Dajjal, 'Mintalah tolong kepada kami atas apa yg engkau inginkan.'" Imam Ahmad meriwayatkan hadist dari Jabir bin 'Abdullah bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Dajjal akan keluar dengan meremehkan agama dan menjauhih ilmu. Dan aku mendengar (wa sami'tu) bahwa bersamanya ada setan-setan yg berbicara kepada manusia." Tampaknya kata ganti dalam wa sami'tu (dan aku mendengar) kembali kepada Jabir, yg berarti, "Dan aku mendengar demikian (atau diatas ini) dari Rasulullah saw., bahwa bersamanya (Dajjal) ada beberapa setan yg berbicara pada manusia."

Riwayat tersebut sejalan dengan riwayat Abu Umamah al-Bahili dari Nabi saw., yg bersabda, "Diantara fitnah Dajjal adalah bahwa ia akan berkata kepada orang Arab badui, 'Apakah jika aku membangkitkan ayah dan ibumu, engkau akan bersaksi bahwa aku tuhanmu?' Ia menjawab, 'Ya.' Maka dua setan menjelma dalam rupa ayah dan ibunya. Keduanya berkata, 'Wahai anakku, ikutilah ia, karena ia adalah tuhanmu.'"
Dalam riwayat Nu'aim bin Hamad dituturkan, "Seorang perempuan datang kepadanya dan berkata, 'Wahai tuhanku, hidupkanlah anak, saudara, dan suamiku.' Perempuan itu memeluk setan dan rumah mereka dipenuhi para setan. Orang Arab badui itu datang, lalu berkata, 'Wahai tuhanku, hidupkanlah unta dan kambing kami.' Dajjal pun memberi mereka beberapa setan yg menyerupai unta dan kambing mereka, baik dalam umur maupun tandanya."

Bantuan jin air dan para setan pada Dajjal barangkali berupa konsultasi dan mungkin berupa kerjasama aktif. Tetapi saya menduga bahwa kerjasama aktif mereka ada batasnya dan tidak melampaui permohonan Nabi Sulaiman: Wahai Tuhanku, berikanlah kepadaku kerajaan (kekuasaan) yg tidak layak (dimiliki) seseorang sesudahku (Q.S. Shad, 35:38).

Dajjal lebih dahulu mengetahui---disebabkan pengembaraannya di bumi---bahwa air menutupi lebih dari 70% permukaan bumi. Ia pun mengetahui bahwa matahari adalah sumber utama bagi energi yg tersembunyi di berbagai lautan. Ia termasuk orang pertama yg menghasilkan energi dari ombak laut, gerakan pasang surut, dan penggunaan daerah-daerah pertemuan arus laut yg berbeda berdasarkan pemikiran yg masih berupa teori, padahal merupakan hakikat baginya. Teori itu menyebutkan bahwa sejumlah besar air yg jatuh dari jarak dekat menghasilkan jumlah energi yg sama dengan yg dihasilkan dari air yg jatuh dari jarak jauh. Anehnya, ia beserta para pekerjanya selalu mendahului teknologi bumi sekitar satu atau dua abad. Wallahu a'lam.

Sejak lebih dari 100 tahun, Dajjal menciptakan tenaga listrik dari gerakan ombak. Padahal tahun 1968 adalah tahun pertama diciptakannya tenaga listrik sederhana oh Norwegia. Ia adalah juga orang pertama yg menemukan bahwa energi dapat dihasilkan dari gerakkan pasang surut ombak. Ia mengetahui bahwa energi yg dihasilkan dari kekuatan pasang surut ombak sebanding dengan satu areal persegi air. Artinya, satu air pasang yg menutupi areal sembilan meter persegi menghasilkan 27 kali energi yg dihasilkan dari air pasang yg menutupi areal tiga meter persegi.

Dajjal , seorang pemuda berusia sangat tua, karena telah berusia ribuan tahun. Dia pasti akan muncul tidak lama lagi karena waktu bagi kemunculan dajjal adalah pasca kekuasaannya dihancurkan Imam Mahdi yang hanya memerintah selama 7 atau 8 atau 9 tahun karena pasca puncak kekuasaan Imam Mahdi itu akan muncul Dajjal yang marah karena kekuasaannya di hancurkan. Kekuasaannya melalui  tangan tangannya di dunia apakah melalui negara apakah melalui perseorangan, perusahaan multinasional atau apa pun. Sistem world new order yang di cita citakan tak lama lagi pasti akan hancur karena pertempuran yang saat ini berlangsung di Syam(Suriah) telah hampir mencapai puncaknya, dimana tak lama lagi pasti akan muncul Imam Mahdi sang khalifah.


Beberapa tahun kedepan kita akan makin di kejutkan dengan berita berita yang mngguncangkan dada kita, karenanya bersiaplah dengan iman yang sempurna agar masa kesulitan besar yang akan makin memuncak dalam tahun tahun ini dan beberapa tahun kedepan mampu kita lewati tetap dengan hati yang penuh kedamaian.

MASA AKHIR JAMAN SUDAH TIBA, IMAM MAHDI SUDAH SANGAT DEKAT BISA JADI MUNCUL 2016, DAJJAL DAN NABI ISA MUNCUL TAHUN 2022

Sabtu, 19 Maret 2016

DAJJAL AKAN MUNCUL 2022

by
DAJJAL AKAN MUNCUL 2022
Dajjal akan muncul 2022, mungkinkah. Masa sekarang ini dimana kita nampaknya tengah di suguhi sangat banyak tanda akhir jaman. Gejolak timur tengah, kedatangan Nibiru, fenomena cuaca ekstrim, gempa bumi yang terjadi terus menerus, wabah penyakit, kejatuhan perekonomian dunia yang tampaknya tinggal menunggu waktu.
Danau tiberias di Israel menurut otoritas pemerintah setempat menurut satu pembicaraan di satu media di 2012 menyatakan bahwa kemampuan Danau Tiberias untuk mensuplai air bersih bagi warga telah terus menerus menurun secara signifikan. Diperkirakan Danau Tiberias akan benar benar kering dalam 10 tahun kemudian, artinya sampai sekitar tahun 2022. Keringnya danau Tiberias adalah salah satu tanda yang di sampaikan Dajjal kepada Tammim Damimi yang pernah berjumpa dengannya di satu pulau di perairan Yaman. Dajjal memang lama tinggal di satu pulau tersebut dari masa kecilnya sebelum melanglang buana keberbagai pelosok bumi dan namun karena kerinduannya kepada pulau tempatnya dibimbing Jibril pada masa kecilnya. Namun sekalipun di bimbing Jibril ternyata karena nafsunya Dajjal memilih menjadi Tuhan yang tidak berkuasa, padahal tawaran Jibril, Dia akan menjadi raja yang berkuasa asal mau mengabdi kepada Tuhan Semesta. Dajjal lebih memilih menjadi Tuhan yang tidak berkuasa sekali pun memerintah karena memang dia cuma makhluk sebagaimana makhluk Allah lainnya, sama dengan Iblis sekutunya di istananya di Bermuda.

Dajjal yang di ceritakan dalam banyak riwayat Nabi SAW itulah yang akan muncul kehadapan dunia tak lama lagi, namun pasca pemerintahan Imam Mahdi sang Khalifah yang akan memerintah dan muncul tak lama lagi. Dajjal adalah satu makhluk Allah yang mendapat keistimewaan, yakni di panjangkan usianya sampai pada waktu yang telah di gariskan oleh-NYA, yakni sampai kelak di masa kemunculan Nabi Isa, yang akan membinasakan dengan tombaknya. Tiga makhluk yang mendapat penagguhan itu adalah Iblis, Dajjal dan Nabi Isa. Imam Mahdi sang khalifah akan memerintah dunia, dengan penaklukan penaklukannya dari negeri Arab, lalu Persia(Iran), lalu Romawi dan Terakhir Dajjal. Ya Imam Mahdi pasti akan menaklukan dunia, dia akan menggempur dunia dengan pasukan terbaik di muka bumi, yang sangat mencintai kematian dan semata meletakkan aturan hukum hukum bersandar pada Kitabullah. Penaklukan demi penaklukannya itulah yang membuat Dajjal sangat gusar dan marah setiap mendengar penaklukan satu negeri oleh pasukan Imam Mahdi.

Dajjal akan muncul kelak pada saat pasukan Imam Mahdi telah bergerak menaklukan eropa, dengan  persenjataan supercanggihnya. Satu persatu negeri Romawi akan jatuh, Eropa, Rusia, Amerika, Inggris, Prancis, sampai pada puncaknya akan takluklah Roma, dimana di bawah lantainya tersembunyi Injil yang asli. Pada saat robohnya tembok kota tujuh bukit(yakni Vatikan), muncullah Dajjal.

Kemunculan Dajjal akan menghancurkan penguasaan Imam Mahdi atas banyak kota kota di dunia. Dajjal dengan cepat akan mendapatkan pengikut, dari orang orang yang lemah iman dan sedang limbung karena berbagai gejolak dunia, penderitaan dan kesulitan luar biasa yang tengah menimpa dunia. Dajjal bertindak laksana Tuhan, yang mampu menciptakan(biidznillah), menurunkan air hujan, menghidupkan makhluk mati dengan sihirnya. Maka manusia yang sedang gundah gulana pun dengan cepat mempercayainya sebagai Tuhan yang datang untuk menyelamatkan mereka.


Pada puncak kehancuran akibat Dajjal itulah menjelang peperangan Malhamah Kubro, yang melibatkan semua umat manusia di dunia, dimana akan berperang Imam Mahdi di bantu Nabi Isa melawan Dajjal dan 70 ribu pengikutnya. Pada puncak kemaksiatannya itulah pada akhirnya Dajjal akan menemui kematiannya. Dajjal pun akan tewas dengan tombak Nabi Isa di negeri yang penduduknya telah lama menunggu nunggunya, di Israel, di negeri yang kini telah di tanam jutaan pohon Qorqod, pohon Yahudi yang akan melindungi mereka pada peperangan akhir jaman yang akan memusnahkan mereka sebagai satu entitas negara, dan pada akhirnya Yerusalem pun akan kembali damai ddi bawah kekuasaan Imam Mahdi dan kemudian di bawah kepemimpinan Nabi Isa.

Top Ad 728x90