Top Ad 728x90

Tampilkan postingan dengan label Ratu Adil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ratu Adil. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Maret 2016

JAMAN KALA BENDU MENJELANG GORO GORO, SATRIA PININGIT SEGERA MUNCUL

by
Inilah Misteri Satrio Piningit Dalam Ramalan Jayabaya –
Di antara ramalan yang mungkin sering kita dengar adalah ramalan Jayabaya yang menceritakan tentang kemunculan Satrio Piningit. Nah sebenarnya siapa itu Satrio Piningit ?, semuanya masih menjadi misteri.

    Sebagian masyarakat Indonesia meyakini bahwa "Ratu Adil" atau Satrio Piningit ialah sosok pemimpin yang mampu membawa Nusantara atau Bangsa Indonesia menuju negara yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kertoraharjo (kaya sumber daya alam dan subur, aman, tentram, dan sejahtera).

Bung Karno Sang Proklamator Bangsa Indonesia pun di suatu kesempatan pernah menyatakan bahwa, kelak suatu saat nanti Bangsa Indonesia akan dipimpin oleh seorang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit yang mampu membawa Bangsa Indonesia menuju zaman keemasan.

"Tuan-tuan Hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya dan menunggu-nunggu datangnya "Ratu Adil". Apakah sebabnya sabda Prabu Jayabaya sampai hari ini masih terus menyalakan harapan rakyat? Tak lain ialah karena hati rakyat yang menangis itu tak habis-habisnya menunggu-nunggu, mengharap-harapkan, datangnya pertolongan. Sebagaimana orang yang dalam kegelapan tak berhenti-berhentinya menunggu-nunggu dan mengharap- harap.

"Kapan, kapankah matahari terbit?" (Soekarno, 1930), dalam bukunya Indonesia Menggugat. Bila mengikuti alur ramalan Prabu Sri Jayabaya tentang keadaan Nusantara, di suatu masa di masa datang, akan ada suatu masa yang penuh bencana. Gunung-gunung akan meletus, bumi berguncang-guncang, laut dan sungai akan meluap. Ini akan menjadi masa penuh penderitaan. Masa kesewenang-wenangan dan ketidakpedulian. Masa orang-orang licik berkuasa, dan orang-orang baik akan tertindas.

Tetapi, setelah masa yang paling berat itu akan datang zaman baru. Zaman yang penuh kemegahan dan kemuliaan . Zaman keemasan nusantara. Dan, zaman baru itu akan datang setelah datangnya sang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit. Banyaknya berbagai bencana dan persoalan bangsa Indonesia yang datang dan pergi silih berganti apakah pertanda bahwa bangsa Indonesia tengah memasuki suatu masa yang disebut zaman "Kala Bendhu".

Suatu zaman yang digambarkan dengan kekacauan dan pengrusakan yang demikian dahsyat. Kedahsyatan itu sering pula dinamakan dengan masa "Goro-goro" yang digambarkan dengan "bumi gonjang-ganjing langit kelap-kelap", bumi mengalami kegoncangan yang dahsyat hingga langit menjadi tergetar.

Suatu masa yang disebut zaman "Kala Bendhu" atau "Goro- goro" ini sebagai awal akan datangnya suatu zaman keemasan dengan datangnya seorang pemimpin yang disebut "Ratu Adil" atau Satrio Piningit. Membawa Bumi Nuswantoro atau Musantara ke masa kejayaan, di mana kebenaran akan jaya: "suro diro joyodiningrat lebur dening pangastuti" atau "semua angkara murka atau tindak kejahatan akan kalah dengan keluhuran budi", dan dalam terminologi Islam disebut: "idza jaal haqqu wazahaqal bathil, innal batila kana zahaqu".

Ratu Adil atau Satrio Piningit Kita mungkin dengan diam-diam atau bahkan dengan terbuka berharap kelak Bangsa Indonesia akan dipimpin oleh seorang pemimpin yang memiliki berbagai keutamaan yang oleh kepercayaan masyarakat Jawa disebut "Ratu Adil" atau Satrio Piningit. Kelak akan datang seorang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit yang akan membawa keadilan dan kesejahteraan serta mengangkat derajat dan martabat manusia (versi Jayabaya). Akan muncul pemuda pilihan Tuhan dari tanah suci yang menaklukkan bumi di seluruh bagian barat dan timur (versi Nostradamus). Akan hadir keturunan Nabi yang nama dan gelarnya seperti Nabi yang menerangi bumi dengan keadilan. Kerajaannya menyerupai Nabi Sulaiman dan Iskandar Zulkarnain (versi Hadeis). Sifatnya yang lemah lembut, penuh perasaan, dan kasih sayang layaknya seorang ratu yang memerintah.

Sifatnya yang juga adil dalam menjalankan hukum dan persamaan derajat membuat dia disebut sebagai "Ratu Adil" karena dia adalah keadilan itu sendiri. Istilah "Ratu Adil" atau Satrio Piningit baru dikenal pada zaman pujangga Kraton Mataram di Surakarta.

Pada sekitar tahun 1830-1873 Masehi meskipun sebelumnya telah ada Jangka Tanah Jawa yang merupakan mahakarya Prabu Sri Jayabaya pada masa keemasannya di Kerajaan Kediri (1135-1157 M). Prabu Sri Jayabaya menyebut dalam ramalannya: "marga sirapih, rawuhnya, nata ginaib sanyata, wiji sijilane utama, ingapuran naranata, kang kapisan, karanya, adenge tanpa sarana, nagdom, makduming srinata, sonya rutikedannya". Artinya: kedatangan pemimpin baru tidak terduga. Seperti muncul secara gaib dan mempunyai sifat-sifat utama. Munculnya yang tidak terduga dan sifat-sifat keutamaan pemimpin baru yang dalam Jangka Tanah Jawa Jayabaya diyakini akan mengakhiri zaman "Kolo Bendhu".

Besar kemungkinan oleh R Ng Ronggowarsito dicoba untuk dihadirkan sosoknya secara lebih jelas dengan mengartikannya sebagai "Ratu Adil" atau Satrio Piningit dengan berbagai sifat-sifat keutamaannya. Segala sifat adil "Ratu Adil" atau Satrio Piningit yang berarti satria yang masih tersembunyi itu digambarkan oleh R Ng Ronggowarsito sebagai tunjung putih semune pudhak sinumpet. Artinya, tokoh yang masih suci bagaikan bunga teratai putih yang harum semerbak laksana bunga pandan yang tersembunyi di kelebatan daunnya. "Ratu Adil" atau Satrio Piningit sebagaimana dimaksud dalam Jangka Tanah Jawa Prabu Sri Jayabaya

R Ng Ronggowarsito tersebut digambarkan serba sempurna. Keadilan dan kebijaksanaannya bisa diterima semua kalangan. Seperti tersirat pada penjelasan R Ng Ronggowarsito berikutnya: "wadya punggawa sujud sadya,tur padha rena prentahe". Artinya, rakyat dan para pembesar dengan senang hati menerima segala keputusannya dan tunduk terhadap perintahnya. R Ng Ronggowarsito mempertegas lagi dengan mengatakan, "Ratu Adil" atau Satrio Piningit itu tak membebani kehidupan rakyatnya.


     Sebagaimana tersurat pada bait ramalan selanjutnya, "wong deso iku wedale kang duwe pajak sewu pan sinuda dening narpati mung metu satus dinar". Artinya, pajak yang dibebankan kepada rakyat dikurangi dari seribu menjadi hanya seratus dinar. "Ratu Adil" atau Satrio Piningit diramalkan akan muncul secara tak terduga ketika zaman dalam keadaan kacau atau zaman "Kolo Bendhu", dan membuka zaman baru, "Kolo Subo". Ramalan ini telah pula disebutkan dalam Jangka Tanah Jawa Prabu Sri Jayabaya dalam bait "saking marmaning Hyang Sukma, zaman kolobendhu sirna, sinalinan jamanira, mulyaning jenengan nata, ing kono raharjaniro, karaton ing Tanah Jawa mamalaning bumi sirna, sirep dur angkara murka". Artinya: atas kehendak Tuhan, zaman kolo bendhu hilang berganti zaman kemakmuran, hilang kutukan bumi dan angkara murka mereda.
  
     R Ng Ronggowarsito menyebut zaman Kolo Bendhu dengan zaman edan dalam serat kalatidha. Kepemimpinan yang Amanah Mengikuti berbagai ciri-ciri keutamaan dan gambaran tentang "Ratu Adil" atau Satrio Piningit dalam ramalan Prabu Sri Jayabaya dan R Ng Ronggowarsito dapatlah kita meyakini bahwa pemimpin yang menjadi dambaan rakyat itu adalah sosok pemimpin yang amanah (dipercaya). Pemimpin yang mewarisi kepemimpinan nabi yang kepribadiannya merupakan penyatuan nur dan cahaya illahi. Pemimpin yang melanjutkan atau mewarisi kepemimpinan nabi itu tentu bisa jadi adalah seorang pemimpin yang sekaligus memiliki sifat-sifat keulamaan. Karena, ulama adalah pewaris nabi. Bisa jadi pada diri tokoh pemimpin itu yang dalam terminologi Jawa disebut "Ratu Adil" atau Satrio Piningit adalah tokoh yang menyatu pada dirinya sebagai umara dan ulama.

     Bila menggambarkan sosok "Ratu Adil" atau Satrio Piningit sebagaimana yang meyakini adanya Imam Mahdi sebelum datangnya Dajjal maka dalam pemahaman ini Al Quran tidak pernah menyebut tentang Imam Mahdi yang datang menolong umat manusia dari datangnya Dajjal. Ada beberapa hadist mengungkap tentang Imam Mahdi di antaranya adalah: "Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan" (HR Abu Dawud 9435).

"    Kalian perangi jazirah Arab dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian Persia (Iran), dan Allah berikan kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Rum, dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Dajjal, dan Allah beri kalian kemenangan" (HR Muslim 5161).

"    Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membaiat Imam Mahdi secara paksa, maka ia diabaiat di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Kabah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah" (HR Abu Dawud 3737).

"    Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbaiatlah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas dalju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al Mahdi" (HR Abu Dawud 4047).

      Dalam sejarah kehidupan manusia Allah mengutus Rasul dan Nabi untuk memperbaiki tatanan masyarakat yang jahiliyah. Masyarakat yang zalim penuh dengan perbuatan angkara murka. Kejahatan dan perbuatan dosa yang menentang keesaan dan kekuasaan Allah. Apakah "Ratu Adil" atau Satrio Piningit adalah seperti pemimpin yang ditunjuk oleh Allah melalui nabi dan mewarisi kepemimpinan nabi atau pemimpin yang ditunjuk oleh Allah sebagaimana yang terdapat di dalam Al Quran: "Dan Nabi mereka berkata kepada mereka, sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu". Mereka menjawab, "bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak".

(     Nabi) menjawab, "Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik". Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa pun yang Dia kehendaki, dan Allah maha luas, maha mengetahui" (QS: Al Baqarah: 247).

"    Dan kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)" (QS: Al Qasas: 5).
  
     Kemudian apakah "Ratu Adil" atau Satrio Piningit itu adalah para pemimpin yang mewarisi kepemimpinan nabi seperti para sahabat nabi yang menjadi khulafaur Rasyidin. Atau pemimpin seperti Umar Bin Abdul Azis yang termashur kepemimpinannya sebagai pemimpin yang amanah? Tampaknya dalam perkembangan kepemimpinan di Indonesia yang masih terus menghadapi berbagai persoalan dan masalah terutama masalah krisis moral yang membawa bangsa Indonesia sebagai negara yang terkorup di dunia hingga menjadi suatu negeri yang disebut sebagai "negeri tuyul" dan banyaknya berbagai musibah dan bencana dan "Goro-goro" apakah telah memenuhi syarat akan munculnya pemimpin yang disebut sebagai "Ratu Adil" atau Satrio Piningit?


Minggu, 21 Februari 2016

SATRIO PININGIT SI IMAM MAHDI INDONESIA MENURUT SILIWANGI, JAYABAYA DAN RONGGO WARSITO

by
Antara Ramalan Joyoboyo, Ronggowarsito Prabu Siliwangi ternyata merujuk pada orang yang sama, yakni si Satrio Piningit atau Si Bocah Angon atau menurut kita beliaulah sang Imam Mahdi akhir jaman.
Bisa jadi seseorang yang kemarin mengumumumkan pengangkatan dirinya sebagai Imam Mahdi di Mekah, dan saat ini masih di tahan, adalah kelompok orang yang pernah mendengar dan membaca konsep ini, bahwa Imam Mahdi kelak akan muncul dari negeri timur, dari negeri Nusantara.
Perhatikan bahwa menurut Joyoboyo, si satrio piningit ternyata suka di nista sebagai ujian, demikian juga menurut Prabu Siliwangi dengan konsep bocah angon yang menjerit meminta tolong untuk menikah. Dan ketika ini di kaitkan dengan calon Imam Mahdi dari Indonesia yang pada masa mudanya  atas permintaan tolong dari seorang wanita kemudian membantunya untuk memeluk islam dan kemudian si orang tuanya menyuruhnya mengawininya karena menganggapnya membawa lari anak mereka. Dan begitulah, dia mendapat anggapan melarikan istri orang. Bukankah cerita ini benar benar tercela menurut nalar kita orang awam. Demikian juga adanya larangan kawin siri pada saat itu sehingga pada akhirnya tidak ada seorang pun yang bersedia mengawinkannya. Inilah yang ada dalam wangsit Siliwangi sebagai”...kelak ketika kalian di mintai tolong oleh orang yang mau menikah di dekat “gunung Halimun” itulah tanda bagi akan keluarnya si Bocah Angon”. Dan peristiwa ini benar benar di alami oleh si Calon Imam Mahdi Indonesia ini di dekat Bandung. Lalu tentang prediksi oleh Joyoboyo di mana di sebut kedatangan raja yang berkedudukan di Mekah dan Tanah Jawa “Raja utusan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.” Demikian pula dengan Ronggowarsito yang menyebut raja ke 7 Indonesia sebagai Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu . Sehingga orang tersebut digambarkan sebagai seorang pinandhita atau alim yang selalu mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Maka hakekat Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu adalah utusan Allah SWT atau bisa dikatakan seorang Aulia (waliyullah), di mana kemunculannya pasca jaman Kalabendu yang penuh kesusahan, di bawah kepemimpinan yang Para pemimpinnya berhati jahil, bicaranya ngawur, tidak bisa dipercaya dan tidak ada wahyu yang sejati, Banyak peperangan yang melibatkan para penjahat, kejahatan / perampokan dan pemerkosaan makin menjadi, pencuri malang melintang di jalan-jalan, Alampun ikut terpengaruh dengan banyak terjadi gerhana matahari dan bulan, hujan abu dan gempa bumi, Angin ribut dan salah musim, banyak terjadi kerusuhan seperti perang yang tidak ketahuan mana musuhnya yang menyebabkan tidak mungkin ada rasa tenteram di hati, Kewibawaan negara tidak ada lagi, semua tata tertib, keamanan, dan aturan telah ditinggalkan, Para penjahat maupun para pemimpin tidak sadar apa yang diperbuat dan selalu menimbulkan masalah / kesulitan, Para pemimpin mengatakan seolah-olah bahwa semua berjalan dengan baik padahal hanya sekedar menutupi keadaan yang jelek, Yang menjadi pertanda zaman Kalabendu, makin lama makin menjadi kesulitan yang sangat, dan berbeda-beda tingkah laku / pendapat orang se-negara. Pasca memuncaknya kesulitan itulah akan muncul sang Satrio Piningit sejati, seorang pemimpin yang kepemimpinannya laksana pendeta, yang bersumber pada wahyu Allah SWT.

Indonesia adalah satu negeri muslim sangat besar yang sampai saat ini belum mendapatkan kesempatan untuk memegang tampuk kepemimpinan dunia, seperti banyak kaum telah di beri kesempatan, semisal Bani Umayyah di Damaskus, lalu Bani Abassiyah di Baghdad, Bani Saljuk di Turki, maka tak heran bila Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina dan Syaikh Syaikh Al-Mujahid Abu Mushab Az-Zarqowiy mengira dari negeri kitalah pemimpin akhir jaman itu berasal. Dan jika si Muhamad.....Bin Abdullah dari Indonesia ini benar benar sang Bakal Imam Mahdi yang akan di baiat di Mekah, maka sungguh kita sekarang benar benar akan mendengar pengumumannya tak lama lagi karena umur beliau saat ini menurut hitungan hijriah telah memasuki 40 tahun di bulan maret ini karena beliau lahir 23 maret 1978, sekali pun di hitungan Masehi usianya masih 38 tahun. Dan beragam peristiwa yang terjadi dewasa ini di Timur Tengah, peperangan yang menimpa Mesir, Suriah, Iraq, Yaman, Afghanistan dan banyak negara lain sesungguhnya adalah tanda bagi kemunculan Imam Mahdi akhir jaman. Banyaknya pengibaran bendera hitam dan juga gempa bumi yang sangat sering terjadi menjadi tanda bahwa masa akhir jaman tengah kita alami, dan kiamat sangat dekat karena gempa yang semakin sering adalah tanda bagi akan segera terjadinya pergeseran kutub, dimana pada puncaknya matahari akan terbit dari barat selama satu hari, dan barulah kehidupan akan kembali normal.
Sekali lagi tentang ramalan Joyoboyo atau Siliwangi atau Ronggowarsito, bukankah mereka semua menyebutkan bahwa pemimpin Indonesia ke 7 adalah pemimpin yang sangat religius dan bukan hanya akan memerintah Indonesia namun juga dunia. Hal ini nampak bersambungan dengan banyak ramalan peramal besar dunia lain seperti Nostradamus yang menyatakan Obama adalah presiden terakhir AS, atau PM Malaysia sekarang adalah PM terakhir Malaysia, kenapa? karena berubahnya tatanan global pada saat itu, apakah ini ada hubungannya juga dengan prediksi Nostradamus bahwa di tahun 2016 ini akan muncul sosok antikris dari arah timur tengah.  Kenapa tatanan dunia global bisa berubah, ada beberapa kemungkinan:
Pembalikan orbit bumi pasca kemunculan Imam Mahdi, yang mana kemunculan matahari dari barat ini akan memusnahkan semua peralatan dan persenjataan modern, sebagai bentuk bantuan Allah untuk Imam Mahdi dan Nabi Isa yang akan menyertainya. Pembalikan orbit bumi ini akan menjadikan dunia dalam wujud yang baru, pasca bencana superbesar yang bisa jadi memusnahkan 2/3 penduduk bumi karena meletusnya semua gunung di bumi, gempa skala 9 di mana mana, tsunami dahsyat di semua lautan dunia, dan bergesernya atau bahkan pecahnya pulau pulau besar,  menduduki posisinya yang baru.
sebab kedua: Terjadinya perang nuklir yang akan memusnahkan milyaran manusia di bumi sebagai dampak perseteruan antara negara besar seperti Rusia, NATO, AS, Korut, Perancis, Inggris, dll. Dan hal ini sekarang sudah sangat nampak bahwa antara mereka kini tengah terjadi saling hujat dan perang pernyataan.
Dalam kondisi inilah si Muhamad dari Indonesia atau dari manapun akan di angkat sebagai pemimpin umat manusia. Dan mestinya kita akan menjumpainya dalam masa yang tidak terlalu lama, suka atau tidak suka semua umat manusia akan menyaksikan gejolak super besar dunia itu.


Top Ad 728x90